Me, Myself and Mine

Jamuran Menulis

Kebiasaan menulis itu jika tidak dilatih maka akan jamuran. Ya, bukannya menjamur dalam artian makin menjadi banyak, tapi malah teronggok di sudut ruangan gelap, berdebu, lembab, dengan sarang laba-laba dan keluarganya.

Aku sendiri termasuk penulis manja yang baru bisa nulis jika moodnya cocok. Itu cuma salah satu bentuk kemanjaan loh. Masih banyak kemanjaan lain yang amat sangat menghambat produktifitas sebagai penulis. Misalnya saja alasan klasik kemalasan, tidak ada waktu, belum ada bahan menarik, belum riset tentang topik tertentu, kosakata terbatas, tidak tahu tata bahasa yang baik, malu hasil tulisan jelek, bahasanya kaku, tidak bisa buat tulisan menarik, sampai dengan alasan absurd, aku demam layar putih, stok kopi habis, aku belum makan, ga punya duit nih, atau kucingku melahirkan (err.. yang ini sih bisa dimaklumi bisa menunda penulisan).

Entah denganmu tapi beberapa alasan diatas pernah kuungkapkan hihihi. Rasanya nyaman bersembunyi di balik alasan-alasan itu. Intinya ya kemalasan itu tadi. Suatu kampret comfort zone yang menghalangi kita untuk maju dan mewujudkan tulisan yang kita inginkan.

Semua pemikiran negatif itu jika semakin sering dipikirkan, terlebih diucapkan maka akan makin menjadi. Tau kan istilah “you are what you think”? Apa yang kau pikirkan, itulah dirimu. Nah, masa mau mikir yang jelek-jelek tentang diri sendiri? Jika ingin menulis, kok ya masih merendahkan diri dengan pemikiran buruk berujung prasangka ke diri sendiri. Bebaskanlah pikiranmu dari beban. Tulislah yang ingin kau tulis. Bebas!

Bebas disini, dalam artian kebebasan yang tetap memiliki syarat ya. Kau memiliki kebebasan, namun bukan berarti bebas dari konsekuensi. Pilihlah konsekuensi yang bisa kau tanggung, meski sebenarnya konsekuensi yang berat itu justru melatih otot mentalmu untuk jadi kuat dan sehat. Siapa tau beneran jadi mental baja, berasa jadi superman kan. ;D

Tulisan ini juga dibuat spontan saja, mungkin tidak ada manfaatnya bagi yang sekedar tersesat kemari, namun aku yakin tulisan ini bermanfaat, minimal untukku sendiri karena aku masih proses juga dalam tulis menulis. Menghilangkan jamur pada lemari saja butuh untuk diangin-anginkan dulu, dijemur kena cahaya matahari, diberi alkohol atau dilapisi melamin lagi. Lha ini menghilangkan jamuran dari penulis, eh.. menulis.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s