Me, Myself and Mine

Targetless girl

Meski gak baru-baru ini menyadari. Tapi kbetulan hari ini inget lagi kalo aku itu orang yang tidak punya target akan apapun. Cuma menjalani secara spontan saja. Tanpa rencana tanpa tujuan yang pasti. Karena pola pikirku yang berantakan kah? Padahal sebenarnya ingin juga memiliki pola hidup teratur dan terencana. Tapi teratur ku hanya bisa bertahan dalam hitungan minggu atau bulan (lihat blog ini contohnya ehhehe). Aku cepat bosan dengan segala macam yang teratur.


Kalo mau di flash back, aku juga gak bisa inget jauh-jauh. Otak ku gak bisa mengingat dengan baik segala macam kejadian selama ini. Hanya beberapa hal yang membekas di otak yang sampai saat ini masih kuingat.

Semenjak TK sampai Kuliah, aku tidak memiliki target yang berarti. Mungkin juga karena kedua orangtuaku cukup puas dengan apa yang aku lakukan selama ini. Tidak membuat masalah di sekolah dan nilai pun cukup baik. Mereka juga gak pernah menyuruhku untuk berusaha keras meraih sesuatu. Hanya melakukan apa yang menurut mereka baik dan tidak macem-macem.

Tapi tentu saja selalu menurut itu bukan aku. Ada kalanya aku bertindak gila-gilaan. Beberapa hal yang tidak pernah dipikirkan oleh orangtuaku. Saking jenuhnya sama kehidupan normal.

Suatu waktu saat duduk di SD, aku ingat pernah berusaha kabur dari rumah. Tidak begitu ingat apa yang menyebabkan aku ingin kabur. Yang kuingat aku sudah membawa kopor dan dengan marah aku keluar dari rumah. Dikejar oleh pembantuku dan disuruh pulang. Sayangnya aku tidak ingat bagaimana ceritanya aku bisa kembali lagi ke rumah. Kalau aku pikir sekarang, sepertinya karena aku tidak punya rencana.

Yang aku ingat lagi. Skitar smester 1 atau 3 aku pernah nekat pergi ke luar kota, tanpa ijin tentunya. Tur ke Jakarta-Bandung-Jawa Timur. Yang ini juga tanpa rencana jelas. Kepengen ktemu temen-temen chatting waktu itu. Perjalanan yang menyenangkan. Hanya saja kemudian begitu pulang aku didamprat habis-habisan sama bapak. Baru kali itu aku lihat beliau marah seperti itu. Saat itu aku hanya diam saja tak melawan atau memberi alasan. Setelah tiu, aku hanya bisa menuruti apa yang mereka suruh sebagai ungkapan rasa menyesalku.

Dan setelah kupikir lagi. Aku tidak menyesal melakukan perjalanan itu. Bahkan berkat perjalanan itulah aku menemukan banyak pengalaman berharga yang membuatku memiliki rasa empati seperti sekarang ini. Namun tetap saja tidak membuatku lantas bisa membuat rencana dan target hidup. Still the same old brand new me 😛

Ada suatu waktu saat aku SMU. Aku yang masih tergila-gila dengan kehidupan luar negeri begitu ingin untuk kuliah ke luar. Saat ada kesempatan untuk itu, orang tuaku tidak memberi ijin dengan alasan aku masih terlalu kecil. Lalu saat kedua kalinya aku minta ijin, yang dibilang bapak saat itu masih terngiang di telingaku sampai sekarang ‘kalo kamu bapak sekolahin ke luar negeri, adek mu nanti gimana mau sekolahnya?’

Aku memang berusaha untuk mencari beasiswa. Tapi nampaknya tidak membuahkan hasil. Sepertinya aku terlalu shock dengan penolakan seperti itu dan jadi ingat dengan 4 orang adek ku yang masih kecil terus-terusan. Aku menghapus keinginanku itu dan memutuskan untuk berusaha membantu orangtua dengan cepat-cepat menyelesaikan kuliah.

Selesai kuliah, aku melamar sana sini juga tidak berhasil. Ketika aku ingin membuka usaha sendiri orangtua tidak setuju. Mereka bilang aku harus bekerja dulu untuk mendapat modal usaha. Saat-saat itu pula aku ditawari bapak untuk kuliah lagi ke Malaysia. Meskipun aku ingin juga mengiyakan, lagi-lagi aku ingat dengan biaya kuliah adek2ku nantinya. Jadi aku lagi-lagi melepas kesempatan itu.

Hmm…. menulis semua ini membuat teringat beberapa kenangan lama muncul lagi. Beberapa kenangan pait dan juga kenangan manis. Semua itu yang membentuk diriku sekarang ini. Aneh juga kan aku masih tidak punya tujuan pasti dalam hidup ini? Seringkali iri melihat orang dapat melakukan hal yang mereka bisa lakukan dan dapat membuat target dari itu.
Aku yang sekarang masih tidak memiliki target. Tapi aku punya impian. Bagiku impian dan target itu sedikit berbeda. Impian bisa dijadikan target. Tapi target itu tidak selalu dari impian. Karena impian tidak ada batas waktu. Yang pasti aku selalu berusaha optimis dan menjalani hari-hari tanpa tujuan pasti tapi berusaha mencari celah untuk menggapai mimpi.

Iklan

2 thoughts on “Targetless girl

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s