Me, Myself and Mine

Storm in Brain

Jika disuruh memilih antara bertanya atau menjawab pertanyaan, manakah yang kamu pilih? Manakah yang lebih sulit sebenarnya?

Mari kita lihat…

Jika kamu memilih untuk bertanya, apakah pertanyaan itu untuk sekedar bertanya, mengisi kekosongan, benar benar tidak tau? atau hanya untuk mengetes karena sebenarnya kamu sudah tau jawabannya?

Lalu apakah pertanyaan itu benar-benar berbobot sebagai sebuah pertanyaan yang membutuhkan kemampuan si penjawab untuk berpikir tentang jawaban yang benar atau tepat?

Jika kamu pilih untuk menjawab pertanyaan, apakah kamu benar-benar memilihnya karena kamu mengetahui jawaban dari pertanyaan itu?

Atau hanya untuk mengemukakan opini tentang suatu hal agar terlihat ‘smart’ di mata penanya dan audiens? Bahkan kadang jawabannya tidak sesuai dengan topic pertanyaannya sendiri, namun yang penting bicara di depan publik

Adakah juga yang berpikir memilih menjawab karena kesulitan memilih pertanyaan yang berbobot?

Hmm… jadi kesimpulannya? Bertanya dan menjawab itu sama sama sulit ya? Namun biasanya orang akan cenderung memilih untuk bertanya. Kenapa? (nah ini contohnya, lebih mudah untuk bertanya drpd menjawab)

Jawabanku Karena orang cenderung senang jika dapat mengemukakan pertanyaan dimana dapat membuat orang lain tidak bisa menjawabnya.

Tentunya pernah mendengar ungkapan peribahasa ‘Malu bertanya sesat di jalan’ , Tapi dalam situasi lawakan, ditambahi dengan embel-embel ‘Kebanyakan nanya itu bego’

Aku nggak inget kapan aku dengar itu pertama kali. Tapi sedikit banyaknya, aku kepengaruh oleh ungkapan yang kedua itu. Sehingga aku terkadang males nanya, karena takut dibilang bego. Padahal kan belum tentu. Tapi memang, jika terlalu banyak nanya pada orang yang sama dan pertanyaan tersebut kurang ‘berbobot’, biasanya akan membuat orang jadi kesal.

Momok pertanyaan harus berbobot ini mungkin juga menggangguku dalam proses pembelajaran selama ini. Semakin bertambah usiamu, semakin sulit untuk bertanya. Padahal umur orang kan tidak menentukan pintarnya dia.

Dan itu merupakan masalah lain lagi tentang hal Tanya dan jawab ini.

Aku ingin bertanya tentang segala hal yang aku ingin tau. Tapi tidak semua orang dapat menjawabnya dengan jelas dan tepat seperti yang kuiinginkan.

Aku sampai sekarang sering bertanya tentang hal-hal yang sepele. Bukannya ingin ngetes, tapi aku hanya ingin tau lebih jauh aja tentang hal yang aku nggak tau. Siapa tau mereka tau lebih detil jadi bisa menjelaskan lebih lanjut.

Kebanyakan orang akan menjawab ngawur atau bisajadi marah jika si penanya terus menerus bertanya tentang hal yang tidak mereka kuasai. Padahal kupikir jawaban itu harus bisa diterima akal baca:rasional. Jika memang tidak tau, bisa saja jawab tidak tau. Tidak usah mengarang-ngarang yang nantinya akan mblasuke si penanya.

Kenapa mblasuke? Karena pernah ada pengalaman bertanya arah suatu jalan pada sesorang. Dan dia dengan pedenya menunjukkan suatu arah dengan detil. Namun begitu diikuti ternyata Salah besar. Malah membuat semakin tersesat.

Jadi mending bilang gak tau daripada mblasuke.

re-post dr blog ku yg laen…

Iklan

8 thoughts on “Storm in Brain

  1. Tergantung Pertanyaanya perlu jawaban atao tidak. Eh yang namanya pertanyaan perti diperlukan jawaban ya..?
    Kalau gitu saya pilih Tanya saja ah…
    – Tanya No HP nya berapa..?
    – Tanya Sudah ada yang punya Belom..?
    yang paling penting :
    – Tanya Nomor Rekening sekalian Kode PIN nya..

  2. Angga >> mblasuke itu menyesatkan

    Ari Wibowo >> yap.. spt itulah kira2

    joe >> wah.. sudah beranak ya web nya. Lama ndak jalan-jalan sih diriku ini

    Rivafauziah >> hem… kalo ada hak bertanya.. ada hak gak njawab kan? heheheh
    Mau nge link? Boleh aja 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s