Me, Myself and Mine

Ngerasain The Terminal

Hari Jumat tgl 2 feb kemarin, seharusnya seperti biasanya bapak ku pulang dari Jakarta untuk weekend di Jogya. Dan yang biasanya beliau naik Lion atawa Adam, sekarang ini rada nggaya dengan naik Garuda. Maskapal penerbangan nasional yang katanya servicenya (baca: harga) paling baik diantara yang lain.

Mungkin memang sedang ada cobaan, maka terjadilah beberapa hal yang rada menyebalkan tapi wajar terjadi di negara kita tercinta ini. Laporan berdasarkan kisah nyata yang dialami bapakku bersama penumpang Garuda GA-202 jurusan Jakarta-Jogya.

Sudah pada tau kan kalo Jakarta Mulai dari Kamis udah kebanjiran? Hari Jumat aja air udah tergenang dimana2 dan menyebabkan kemacetan. Kbetulan bapakku ini habis Jumatan langsung ke bandara, jadi kena macetnya gak banget2. Jam 2 udah sampe di bandara.

Setelah lama menunggu, akhirnya jam keberangkatan pun tiba. Tapi ternyata, jadwal keberangkatan ditunda 1 jam karena alasan tak jelas. Masih merasa wajar, karena bapakku sudah hapal dengan kebiasaan maskapal penerbangan yang suka seenaknya sendiri menunda keberangkatan (masih blum ngeh kalo tiketnya Garuda). Dan ketika 1 jam berlalu, tiba2 keberangkatan pesawat ditunda lagi 1 jam dengan alasan operasional. Mulai rada mencak2, tanya2 informasi tapi yang didapat jawaban gak jelas. Akhirnya berusaha sabar dan duduk lagi menanti.

Sejam berikutnya, informasi boarding penumpang pada naik ke pesawat (Baru deh inget kalo kmaren beli tiketnya Garuda, rada ngedumel tentang ketidak ontime an ini). Sms ke ibu ku curhat sekalian ngasih tau kalo udah boarding, biar yang ngejemput (aku) siap2 sekitar 1 jam lagi. Aku saat itu sih udah ketiduran, sekitar jam 10 an deh.

Trus sekitar jam setengah 11 malem dibangunin suruh jemput. Aku sama ibu berdua aja ke bandara Adisucipto. Jam segitu ya jelas aja dah sepi. Tinggal para penjemput 1 pesawat Garuda yang telat bin banget ini. Aku pertama ini merasakan parkir (setelah renovasi bandara) di depan terminal kedatangan, yang biasanya udah keburu penuh mobil penjemput VIP ato shuttle.

Lha kok baru aja matiin mesin, orang2 yg tadinya di dalem terminal kedatangan reguduk keluar dan masuk ke mobil masing2. Ada yang ngomong ‘pesawatnya di cancel!’. Aku sih masih celingukan gak percaya. Tapi mobil2 penjemput itu udah pada ngacir satu persatu.

Setelah bengong 5 menit, aku baru turun celingukan cari petugas yang kira2 bisa kasih informasi. Soalnya loket informasi dah gelap, begitu pula dengan loket lainnya seperi reservasi taksi, hotel ato juga restorannya.

Ada 2 orang petugas di luar loket Garuda yang lagi memberikan keterangan pada ibu2 yg rada telat info sepertiku. Aku pun nanya soal pesawatnya. Dan si mas itu bilang kalo memang benar pesawat di cancel dan kembali lagi ke Jakarta. Alasannya adalah karena di bandara Adisucipto, pesawat gak boleh mendarat lebih dari jam 10 malam. HAH?! Sumpah baru denger alasan seperti itu. Tapi si mas itu gak mau memberi penjelasan lebih lanjut tentang kenapa ada aturan seperti itu. Cuman dibilang Danlanud nya yang memutuskan seperti itu. Terus pesawatnya berangkat besok pagi jam 6 dari Jakarta.

Udah gitu baru deh aku bilang ke ibu. Tadinya sempet gak percaya, soalnya hp bapak dihubungi mati, kan pertanda masih ada di pesawat tuh. Akhirnya kita nunggu dulu sampai ada konfirmasi dari bapak.

Sekitar jam 12 kurang 5 menit, bapak telpon. Beliau bilang, kalo tadi itu udah naik ke pesawat, udah jalan di landasan tapi trus disuruh turun lagi karena ada permasalahan pada navigasi pesawat. Blum dikasih tau juga kapan bisa berangkat lagi. Pihak Garuda di Jakartanya tidak memberikan informasi apapun soal tidak boleh mendaratnya pesawat di Adisucipto setelah jam 10 malam. Dan kata bapak, hampir seluruh penumpang mengeluarkan emosinya dengan sukses kepada petugas yang tidak tau apa2. Karena petugas teknis yang seharusnya bertanggung jawab malah mengoperkannya kepada Customer Service yang emang gak tau permasalahan teknisnya.

Bapak nyuruh ibu dan aku pulang aja, soalnya gak mungkin juga pesawat bakal berangkat tengah malam gini.

Baru setengah jam kemudian ada telpon dari bapak lagi yang bilang kalo pesawat ditunda sampai besok pagi. Jadi penumpang diinepkan di lounge Citibank. Kok gak di hotel?? Jawabnya, hotelnya penuh trus jalanan juga macet, kalo jauh2 malah besok telat.

Besoknya, hari Sabtu itu. Yang katanya pesawat berangkat jam 6, tapi ternyata ditunda lagi ke jam 7. Dan sepertinya ditunda lagi, karena seharusnya sampe jam 8 an di Jogya, tapi bapak ku sampainya jam 9 an. Oh ya.. di tengah2 para penumpang yang keluar dari pintu kedatangan, aku melihat sosok yang sepertinya tak asing, dan sering kulihat di tipi. Siapa dia??? Ternyata pak Akbar Tandjung. Mukanya keliatan capek banget dan buru2 masuk mobil setelah disalami sana sini. That’s explain kenapa dari kemarin sore banyak polisi siaga di jalanan dan banyak mobil polisi di bandara.

Oalah… repot tenan numpak pesawat kie. Maunya tepat waktu pake Garuda, lha kok malah ditunda seharian. Merasakan sedikit pengalaman Viktor Navorski (Tom Hanks) di The Terminal itu, nginep di bandara ya pak ya.

Iklan

3 thoughts on “Ngerasain The Terminal

  1. helgeduelbek >> saking lamanya nempel jadi susah dilepasnya

    prayogo >> hmmm.. mirip lagu cover. walaupun lama tapi akan terus menerus diulang oleh penyanyi baru

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s