Me, Myself and Mine

Langit itu indah

Sudah beberapa hari ini keadaan langit di daerah Jogya cerah. Di siang hari matahari bersinar cukup terik, dan malam hari bintang-bintang pun tampak jelas karena awan tidak menghiasi langit. Dan beberapa hari ini pun, aku jadi sering mendongak kan kepalaku saat sedang berada di luar ruangan. Kan aku suka melihat langit. Bahkan saat mengendarai motor di jalan. Sampai terkadang harus ngerem mendadak gara-gara kendaraan di depan tiba-tiba berhenti.

Kondisi langit paling bagus itu pada hari Sabtu dan Minggu kemarin. Setelah pulang kantor, hari Sabtu sekitar jam 6.30 petang, seperti biasa, dari jalan Adisucipto, aku ambil jalan pintas untuk ke Timoho lewat Gowok. Kemudian lewat rel kereta api di daerah Sorowajan Baru, di deket SMU UII. Nah mulai dari situ aku terus tengadah liat langit. Subhanallah deh! Keknya aku blum pernah liat langit cerah di malam hari dengan taburan bintang sejelas itu. Padahal lampu-lampu jalan dan rumah sudah menyala, tapi bintang itu tetap terlihat jelas. Aku sempat mbatin ‘coba kalo listriknya mati, acara mengamati langit pasti jadi lebih enak’. Eeehh… sedetik habis mbatin gitu, lha kok listriknya padam beneran. Mulai dari belakangku trus merambat ke depan. Slow motion gitu. Trus gelap deh, tinggal lampu kendaraan aja yg ada.

Sampai di depan rumah, aku brenti dulu, gak langsung masukin motor. Lagi-lagi tengadah ke langit dan menikmati taburan bintang yang makin jelas karena tidak terganggu cahaya lampu. It’s so beautiful, amazing!!!! Bagaikan planetarium alam. Gak kerasa kalau posisi ada di kota. Sayang gak bisa didokumentasikan. Cuman mata aja yang dipuas-puasin ngeliat sampai gak berkedip. Dari mulai bintang yang terlihat paling terang, sampai bintang yang berjejer 7 kecil-kecil juga kelihatan. Bulan belum menampakkan wujudnya, jadi langit benar-benar gelap. Sekitar setengah jam berada di luar rumah sampai leher pegal. Tapi yg aku tau tetep cuma bintang biduk….

Kalau untuk hari Minggu, yang paling bagus itu sektiar jam 5.30 sampai ke jam 6.30 petang. Kondisi langit di sebelah Timur berawan sedikit (yang seprti tanah pecah-pecah itu), sebelah Baratnya bersih tanpa awan. Posisiku ada di daerah sekitar Janti, naik ke jembatan layang arah mau ke Jl. Wonosari. Nah dari situlah, langit ufuk Timur terlihat seperti tanah berlava. Warnanya jadi merah terkena pantulan matahari yang mau terbenam di ufuk Barat. Ada unsur pinknya juga looohh…

Sementara perbatasan antara Timur dan Barat, awannya bersemburat tipis panjang. Kenapa kusebut perbatasan? Karena seperti ada garis yang membatasi di langit. Awan dari sisi Timur tidak membaur ke Barat. Angin pun tidak bisa menggeser posisinya. Warnanya pun menjadi gradasi, sempat terlihat seperti pelangi mejiku (merah jingga kuning) dan ungu. Yang pasti aku sungguh amat sangat tersepona…eh terpesona.

Tentu saja setelah melihat smua itu, yang langsung terlintas di pikiran adalah Allah memang sangat luar biasa. Apa yang Ia ciptakan tak akan sebanding dengan apa yang dibuat oleh manusia. Dan itu membuat aku bersyukur atas apa yang aku miliki sekarang ini, dan aku masih diberi kesempatan untuk melihat ciptaan-Nya. Alhamdulillah.

Jika hati sedang resah, gundah atau sumpek. Coba saja tengadahkan kepala. Lihatlah langit di atas sana. Begitu luas dan menenangkan. Semoga dapat membuatmu merasa lebih baik setelahnya.

Maafkan keterbatasanku dalam menrangkai kata-kata dan tak adanya foto atau video yang menunjukkan keindahan langit yang kulihat saat itu. Jikalau ada yang punya alat untuk transfer memory dari otak ke cpu, aku mau pinjem deh.

Iklan

7 thoughts on “Langit itu indah

  1. wah, rumahnya neeya dekat kompleks perumahan Blok-O itu ya? kayaknya disana enak buat liat langit, soalnya jarang terhalang bangunan tinggi, minim polusi cahaya pula. kalo mau belajar rasi bintang, coba dulu planetarium buatan pake program stellarium. trus tinggal di cocokkan dengan langit di atas kepala.

  2. Kondisi langit paling bagus itu pada hari Sabtu dan Minggu kemarin. Setelah pulang kantor, hari Sabtu sekitar jam 6.30 petang

    emang enak jadi boss 😀

  3. dirac >> Bukan daerah situ seh.. tapi karna listrik sak jogja padam, polusi udara pun nyaris tak ada. Jadi mantaaabbbb!

    helgeduelbek >> Sabar pak. Nanti juga akan datang waktunya untuk stargazing di tempat bapak

    dedex >> woh sip kalo gitu. Kita melihat langit yg sama hihihih 🙂

    passya >> yaa… gitu deehh

    asep >> buat aku tetep bisa terlihat indah 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s