Me, Myself and Mine · Work

Customer Service

Sebenarnya udah kejadian sekitar 3 hari yang lalu, tapi baru sempet terketik sekarang. Ada 3 kejadian yang terjadi dalam satu hari dan sepertinya menyentilku.

-1-
Mamaku bilang kalau sudah gak mau lagi langganan koran dengan loper koran biasanya. Alasannya karena bapak itu selalu kesiangan antar koran dan juga sering lupa mengantar koran atau majalah langganan (pernah dulu karena sakit, dan juga pernah karena lupa). Kali ini aku sudah gak bisa komentar apa-apa, karena ini sudah ketiga kalinya beliau memprotes sikap loper koran itu. Dua kali sebelumnya masih merasa kasihan karena loper koran itu sudah tua banget. Tapi sepertinya ambang kesabaran dan simpati sudah habis, jadinya mama langsung memutuskan bulan ini adalah langganan koran terakhir sama bapak itu. Untuk berikutnya, cari loper koran yang lain saja.

-2-
Jatah untuk ambil laundry-an pak bos. Waktu ngambil, mas penjaganya bilang kalau kaosnya masih kurang satu, jadi mau dicarikan dulu. Aku langsung inget kalau kmarin pak bos nyuci T-Shirt Jack Daniels, T-Shirt baru yang dapetnya gratisan karena kbetulan ikut temennya ke acara suatu kafe (namanya ga tau euy). Dan bener aja, waktu di cek di rumah, itu T-shirt gak ada. Langsung aja balik ke laundry-an tadi dan komplain. Mas penjaganya sih minta maaf dan berjanji akan segera dicarikan, karena terkadang orang yang tugasnya misahin kode pakaian itu sudah tua, jadi mungkin salah liat jadinya tercampur dengan yang lain. Aku sempet ngancem kalau itu T-Shirt gak bisa diganti dengan apapun juga (kecuali T-Shirt yg sama), pokoknya kudu ktemu. Akhirnya 2 hari kemudian (hari ini) aku dateng kesana lagi, masnya ngasih T-Shirtnya dan minta maaf sekali lagi. Aku sih sante aja, tapi pak bos udah gak mau lagi pakai jasa laundry itu lagi.

-3-
Aku ngambil barang ke sebuah offset baru sub-sub an kantor. Terpaksa di sub-kan kesana karena tempat sub biasanya sudah penuh. Karena klien minta cepat, terpaksa dialihkan ke tempat lain. Disitu, ada mbak penjaga yang juga baru (yaiyalah.. itu tempat juga baru buka deh). Itu mbak, sepertinya agak lemot. Karena bosnya sempet marah-marah karena yang dia kerjain ga bener. Dia dimarah-marahin karena sudah dikasih tau sebelumnya tapi ngitung jumlah barang masih bingung, kasih harganya masih salah dan nulis di nota kurang lengkap. Sang bos jadi mesti ngomong berkali-kali dulu sampai dia “dong” dan menuliskan semuanya di nota. Urusannya jadi lebih lama, tapi kbetulan lagi santai jadi ya sabar aja. Sambil baca-baca koran gitu deh. Harusnya cuman tinggal ngambil terus bayar, jadi pakai lama dulu.

Pendapatku…..

Kita merasa tidak puas atas pelayanan yang diberikan seseorang yang seharusnya kita pikir kita berhak mendapatkan lebih daripada itu. Bahasa marketingnya sih Customer Service. Sebagai customer, kita tentu berhak untuk mendapatkan pelayanan yang baik dan memuaskan dari pemberi layanan. Dan akibatnya jika itu tidak terpenuhi, kita akan cenderung mencari tempat lain yang dapat memberikan kita pelayanan yang lebih baik.

Ketiga hal itui membuat aku berpikir kalau orang memang hanya mencari tempat yang dapat memberikan pelayanan terbaik. Lantas kalau tidak bisa maka akan ditinggalkan?

Sebagian diriku mendukung untuk memberikan pelayanan terbaik, karena kalau memposisikan diri sebagai customer, tentu saja aku ingin dilayani dengan baik. Dan terkadang merasa berkuasa karena memiliki uang. Selain itu sebagai penyedia pelayanan, tentu akan senang melihat senyum puas pelanggan (dan juga bayaran lebihnya :P)

Trus sebagian diriku yang lain lagi menginginkan agar customer itu lebih toleransi. Pahamilah para pekerja itu sudah berusaha sbaik-baikya (kecuali yang nggak). Jangan lantas karena punya uang maka anda adalah Raja, maka bisa berbuat seenaknya.

Aku terkadang malah kebingungan karena terlalu sering memikirkan bagaimana rasanya kalau aku berada dalam posisi orang lain yang berbeda denganku. Lalu aku harus memilih bersikap bagaimana?

Marilah kita bertenggang rasa terhadap sesama manusia dan mahkluk hidup lainnya. We’re not alone in this universe (walah.. jadi kek tag film)

Iklan

7 thoughts on “Customer Service

  1. Pemblokiran seleb blogger pun ramai dikampanyekan, sayang tidak diketahu isecara jelas siapa pelakunya. Kalo gitu saya pingin kampanye untuk mengkritik dan ngasih saran terhadap catatan/tulisan dalam setiap blog, tujuannya adalah untuk perbaikan. saya siap di kritik dan dikasih saran nih. Gimana?

  2. CS juga manusia? ;p
    aku udah lebih 3 tahun juga kerja di Call Center
    cukup banyak beragam keluhan yang pernah dirasain,
    Sulit juga Neey.. karena aku semakin mengenal masalah pelayanan, diriku juga semakin kritis terhadap sebuah layanan di tempat lain.. Gimana ntu?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s