Me, Myself and Mine

Cuma curhat kok

Pernahkah datang ke kantor polisi untuk laporan kehilangan?
Aku baru saja mengalami sendiri 2 hari yang lalu.(biasanya nemenin orang lain yang kehilangan sesuatu, tapi kali ini aku yang kehilangan).

Satu jam setelah hpku dan hp pak bos benar-benar dinyatakan hilang (pakai proses ditelp dulu sapa tau malingnya lupa matiin, tapi yg ada ‘Tinggalkan pesan setelah…’) dan aku udah memblokir nomorku, aku dan pak bos ke kantor polisi terdekat untuk melapor.

Kantor Polres Depok Barat Sleman Yogyakarta, begitu tulisan di depannya. Masuk ke ‘ruang tamu’ nya dimana 2 orang polisi menyambut dan menanyakan maksud kedatangan kami. Setelah mengatakan mau melaporkan kehilangan, sang polisi yang lebih muda mengeluarkan sebuah buku catatan dan mulai menanyai benda apa yang hilang, pukul berapa, dimana, kisaran harga dan apa ada tersangkanya.

Polisi yang lebih tua mengambil formulir laporan kehilanan dan mengeluarkan mesin ketik lalu mulai bertanya dan mengetikkan jawabannya. Pertanyaannya sama dengan polisi yang lebih muda, mereka juga duduk bersebelahan. Tapi pertanyaan mereka terkadang diajukan bersamaan. Benar-benar membuat bingung! Apa memang begitu cara kerjanya?

Setelah selesai mengetik, kami berdua dipersilakan masuk ke bagian pelaporan pencurian. (Lhah? yang tadi itu ngapain ya?). Di dalam ruangan tersebut terdapat 2 orang polisi tanpa seragam dinas. Kami dipersilakan duduk di hadapan polisi yang berkacamata di balik komputernya, sebut saja Pak T.

Kemudian kami ditanya kembali ada kejadian apa, dan bagaimana kronologisnya itu terjadi. Pak bos menceritakan pada Pak T itu. Kemudian Pak T mulai mengetik sesuatu pada keyboardnya sambil mendengarkan cerita Pak Bos. Tak beberapa lama kemudian, polisi muda yang ada di ruang tamu itu masuk dan menyerahkan formulir laporan yang telah diketik.

Pak T membacanya lalu mulai bertanya-tanya lagi. Pertanyaan hampir sama dengan pak polisi di depan hanya saja kali ini lebih detil, sayangnya aku kurang bgitu bisa menjawab dengan detil (aku rada phobia sama pertanyaan interogasi sehingga cenderung kacau menjawab).

Pertanyaannya antara lain,
Seperti apa ciri-ciri orang itu? (aku cuman ingat salah satunya mirip Deddy Corbuzier pak, karena dahinya lebar mirip banget sama dia)

Apa mereka sempat menyebut nama? (cuma sempet denger salah satunya bilang ‘kowe’=kamu)

Jenis motor dan nomor plat motor? (waduh.. gak inget pak, apa mereka naik motor ya? aku cuma inget mrk bawa helm)

Anda melepaskan pandangan dari mereka berapa lama dan untuk apa? (iya.. saya ke meja komputer sebelah yang jaraknya 1-2 meter untuk masang kabel scanner karena mrk minta di scan kan gambar untuk desain poster dan stikernya. Gak ada 3 menit).

Aku juga menyerahkan selembar kertas dengan gambar desain oleh pelaku, yang katanya mau buka sebuah distro di Jl. Pandega Siwi No. (heh brapa ya? lupa). Ada juga nomor telp yang beberapa hari sebelumnya sempet aku tanyakan karena mereka mencari pak bos tapi belum sempet ktemu. Kata Pak T, sebaiknya jangan dihubungi dulu. Tapi kalau mau ngecek alamat yang udah ditulis boleh-boleh aja. Tapi kok aku sepertinya baru denger deh Jl. Pandega Siwi di Jogya ini. Mungkin aku memang belum hapal, tapi setauku adanya Jl. Pandega Marta di daerah Pogung, Jalan Kaliurang itu. Nggak ngecek juga sih, soalnya langsung kejar deadline orderan customer.

Pak T kemudian mengetikkan semuanya di komputer. Sempat juga menanyakan arah alur ceritanya mau ditulis seperti apa. Sampai-sampai aku berpikir bahwa membuat laporan kehilangan itu seperti membuat sebuah cerita misteri.

Setelah selesai, surat laporan kehilangan di print untuk di cek akhir, baru kemudian di tanda tangani. Satu set diberikan padaku dan satu lagi untuk arsip kantor. Ternyata ketikan Pak T banyak salah-salahnya, seperti kalau ngetik pakai mesin tik. Tapi ya, sepertinya yang penting adalah waktu. Karena tanpa terasa sudah 1 jam berada di kantor Pak T itu. Jadi total masa pelaporan adalah 1 1/2 jam. 1/2 jam di ruang tamu depan, dan 1 jam di ruang laporan pencurian.

Oh iya, hari Minggu besok itu, rencananya sama Pak T janjian mau ke lokasi di Jl. Pandega Siwi itu tadi. Apakah benar di sana ada distro dengan nama Nexus (Aku gak yakin ada, soalnya itu bisa jadi cuman tipuan. Soalnya kmarin baru sadar setelah hp ga ada, kalau maling itu mengajukan contoh desain distro dengan background dan tulisan NEXUS, yang nyata-nyata udah di register jadi merk peralatan komputer. Btapa begonya aku yang gak juga ngeh dengan hal itu. ARrrgghh!!)

Sudah berusaha untuk merelakan
Setelah malemnya nangis sampe bantal basah, ditambah keesokan paginya sampe siang masih nangis2 dikit di kantor. Trus akhirnya sore hari, setelah lewat dari waktu kehilangan kemarin, sudah mulai bisa tersenyum. Eh.. malah pak bos menyindir ‘Sudah iklas belum hpnya hilang?’ (Asem! padahal baru aja lupa, eh diingetin lagi).

Tapi sekarang sudah rela kok. Udah gak nangis lagi (Pak bos udah perhatian lagi kok hehehe).

Jadi sekarang ceritanya, aku mau nabung buat beli hp yang bisa 3G 😀

Iklan

9 thoughts on “Cuma curhat kok

  1. Mungkin emang Tuhan pengen u ganti hp yang 3G, karena pesan-pesan beliau akan disampaikan lewat medium itu. Tapi karena ga ganti2 juga, akhirnya diutuslah para maling tersebut untuk memuluskan rencanaNya. *teori konspirasu*

  2. eh, itu kantor polisi yang deket MM UGM bukan ya? Aku dah kapok banget lapor disana. waktu itu buat ngurus kecelakaannya adikku. Udah tau kitanya lagi kesusahan nyari utangan buat biaya operasi, eeh, mereka malah minta upah coz udah nolongin si korban, jan.. nggak punya ati!

  3. Goio >> udah lupa ah…..

    wadehel >> Woh bgetu ya om. Teori yang menarik. Akan kunantikan pesan2Nya setelah duitnya cukup buat beli hpnya

    dirac >> Kbetulan bukan. Ini di Jl. Adisucipto. Deket daerah Janti itu. Polres Depok Barat.
    Wah…aku brarti ati2 kalo lewat MM UGM kie. Phobia polisiku blm sembuh2 juga

  4. Aku juga gak begitu seneng lihat polisi, kukira di yogya polisi ramah ternyata podo ae. Sempat dulu kena tilang di jalan emm lupa pokoknya di belakang jalan malioboro. Karena gak ngerti jalur2 yg boleh dilalui aku nekad nrobos aja. ketemu polisi yah tenang saja karena gak merasa salah. ee ternyata… uang yg hanya 20 ribu diembat juga ama polisi, padahal mau ujian. yo wis-lah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s